Langsung ke konten utama

Bunga Bangsa



Indonesia
   
      Anganku sangat tinggi untuk mengukir prestasi dikanca Dunia
      Menjamah negri lain untukmu Indonesia

Ribuan pesaing menunggumu di penghujung Dunia sana, bisakah kita meraih mimpi untuk negri?
Negri dimana kita dilahirkan dan pada tempat itu kita kembali

oh.. Indonesia-ku
dimana kini Bunga Bangsa berada?
harum wanginya bak Bunga Sorga sekarang hanya semu belaka
tak pernah ku nampak sosoknya, tapi tetap ku kenang perjuangan untuk negri ini.
setetes demi setetes ilmu yang beliau berikan pada negri ini, membawa Indonesia termahsyur tanpa angan semu. sungguh hal itu menyayat kalbu.

Gugur bunga bangsa
tak nampak sosok pengganti bunga bangsa bak harum bunga sorga

Semua terpejam pada negri yang kejam, hanya demi rupiah yang tak seberapa!

Indonesia-ku
Ku damba Kedamaian
Ku damba Keharmonisan
Ku damba keindahan
Tanpa adanya huru-hara dalam negriku Indonesia.


Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti
karya: Ismail Marzuki

lagu yang menyentuh kalbu. 
Terimakasih pada-mu Indonesia

Bisakah kita bertanya pada diri
"apa yang bisa kita beri pada negri?"

Semangat kawan, berjuang untuk negri kita

"INDONESIA"





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Merajut dan Meraih Impian Tanpa Takut Kegagalan dengan Doa; Impian Bekerja di Badan Informasi Geospasial

  Sumber Foto: Facebook Diklat Geospasial BIG     Sebuah kekuatan doa sering kali dianggap sepele. Bahkan terkadang ada saja seorang hamba yang berdoa dengan sangat simpel seperti. “Ya Allah, Engkau yang Maha tahu isi hati seseorang, doaku masih sama Ya Allah seperti kemarin. Doaku ada di dalam hati ini.” Bagaimana menurut kalian?      Bila kita lihat kembali sebenarnya tidak ada yang salah dengan doa tersebut. Hanya saja sangat disayangakan bahwa dari doa tersebut melewati kesempatan hal yang lebih mendetail dan spesifik. Sebuah permainan kata dalam komunikasi adalah sesuatu yang mendasar agar komunikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan terkesan hidup.      Bila saja kita mampu berkomunikasi dengan kata-kata yang romantis pada pasangan atau pacar kita. Lantas mengapa dengan Tuhan komunikasinya sangat singkat sekali? Sudahkah kalian berdoa dengan serius kepada Tuhan?      Kekuatan doa adalah sesuatu hal yang sa...

Inspirasi: Perjuangan Umi Lawan Kanker Serviks dan Trauma Kehilangan

  Umi didiagnosis kanker serviks pada tahun 2024. Awalnya, ia mencoba pengobatan herbal, sesekali tersenyum meski hatinya cemas. Sempat dirujuk ke RSCM Jakarta, tapi Umi menolak. Ia kasihan melihat emak yang juga sakit PPOK—tidak tega meninggalkan emak sendirian. Aku masih ingat bagaimana Umi menatap ke luar jendela, menahan air mata, seakan berkata pada dirinya sendiri, “Aku harus kuat, meski dunia terasa berat.” Tahun 2025 membawa luka yang lebih dalam. Pada 16 April, emak—ibu Umi—meninggal di rumah setelah perjuangan panjang melawan sakitnya. Hati Umi retak, tapi kehidupan tidak memberi waktu untuk berduka terlalu lama. Hanya tujuh bulan kemudian, pada 20 November, babeh—suami Umi—meninggal tiba-tiba. Sedih, terpuruk, dan hancur. Dunia seakan runtuh, dan setiap napas terasa berat bagi Umi. Namun di tengah puing-puing kesedihan itu, Umi harus melawan kanker stadium 2b. Awal 2026 menjadi titik baru perjuangan: radioterapi, kemoterapi, dan hari-hari yang panjang di rumah sakit. Aku...

ciptakan perubahan

Rasa bersalah pada diri seakan semakin menghantui, aku takut dengan itu semua. Salah dan salah yang ku rasa Penghianatan mulai terasa pada raga sehingg uluran kasih-Nya tak pernah sampai(mungkin hanya perasaanku). Kegundahan, penghianatan, dan dunia yang semakin tua Semakin mengerikan saja, aku takut itu semua Jurang yang curam mampu mereka hadapi, tapi tidak dengan aku Bagaimana mereka bisa melewatinya, apakah dengan sihir?(tuduhan bodoh) Oh, ternyata dugaanku salah. Mereka mampu karena terbiasa.. Munafik kah aku, dzolimkah aku pada diri ini?(pertanyaan itu selalu terngiang dalam pikiranku).. Bodohnya diri ini sulit untuk dibungkam lagi. Semua hal itu mengajarkanku untuk hijrah ke arah yang lebih baik Karena perubahan harus kita yang melakukan Bukan orang lain! ...