Berita
merupakan sumber informasi yang mencakup
luas hingga ke penjuru dunia dan sangat dibutuhkan oleh semua orang. Dengan adanya
informasi tersebut dapat menambah pengetahuan tentang pelosok dunia menjadi semakin luas meski
tinggal dilain negara. Dewasa ini banyak
cara untuk mendapatkan informasi dengan mudah
seperti mengedipkan mata dan membalikan telapak tangan, hal itu terjadi
karena pergantian media cetak pada media
sosial yang dirasa mudah untuk didapatkan. Begitu pula sesuai survei yang telah
dilansir oleh Martel.id penyebaran berita hoax sangat banyak dengan
media sosial seperti data di bawah ini
Dengan data di
atas dapat kita lihat bahwa banyak berita hoax yang dimuat dalam bentuk tulisan
yang diikuti gambar pada urutan kedua dan ternyata penyebaran hoax dalam bentuk
video pun masih ada meski tak banyak.
Maraknya berita yang dimuat dalam media
sosial membuat kita lebih mudah mencarinya, bahkan terkadang ada saja berita
yang mampir di samartphone kita. Berita yang sering dimuat adalah tentang politik,
kesehatan, lalu lintas, hobi dan seputar artis yang menjadi buah bibir netizen.
Tak dapat dipungkiri bahwa media sosial merambah dan terus menjalar dalam
memberikan berita baik itu real atau hanya sebagai kabar burung, dilansir pada
survei Martel.id pada Februari 2017 berita hoax yang sering diterima
memuat informasi sebagai berikut
Sesuai data di
atas memang sangat sering kita terima informasinya, namun terkadang sebagian
orang menelannya secara bulat-bulat tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Terlebih
informasi mengenai politik berada di deretan teratas dengan presentase 91.80%
yang dirasa hal itu cukup tinggi, berita-berita hoax mengenai politik dapat
memorakporandakan dan membuat resah masyarakat.
Akhir-akhir
ini sering terdengar dengan berita hoaks atau dengan sebutan Hoax yang
akrab didengar telinga masyarakat, Berita hoax atau hoaks dalam Kamus Besar
Bahasa indonesia dikatakan sebagai berita bohong yang dimana tidak tercantumkan
sumber dari berita tersebut. Memang
sangat meresahkan bagi sebagian masyarakat, entah bagaimana penyebaranya begitu
cepat menjalar hingga pelosok dunia.
Banyak
masyarakat yang keresahan terhadap berita-berita yang marak tersebar dan
membuat para netizen beranggapan negatif. Pemicunya hanya ada pada seseorang
yang tak bertanggung jawab terhadap berita yang ia sebarkan. Lalu bagaimana
penyebaran hoax terus menjalar? Dan berapa sering berita-berita hoax diterima
oleh masyarakat?, Martel.id pula telah membuat survei mengenai hal
tersebut dengan datanya sebagai berikut
Memang
cukup sering hoax menyebar luas, tapi kita sebagai generasi penerus bangsa yang
cerdas coba berusahalah untuk berfikir progresif dan menganalis tentang apa
yang telah diterima baik dalam bentuk tulisan, gambar, video atau melalui pendengaran secara langsung.
Bagaimana kita dapat mengetahui
berita tersebut benar atau hoax?
Dalam berita
Warta Kota, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, membeberkan beberapa ciri-ciri
berita bohong atau biasa disebut hoax. Ciri pertama hoax adalah begitu
disebar dapat mengakibatkan kecemasan, permusuhan dan kebencian pada diri
masyarakat yang terpapar, ciri kedua adalah ketidak jelasan sumber
berita, ciri yang ketiga isi pemberitaan tidak berimbang dan cenderung
menyudutkan pihak tertentu, dan ciri keempat sering bermuatan fanatisme
atas nama ideologi. Itulah beberapa ciri berita hoax dalam Warta Kota pada
31/08/17.
Biasanya berita
hoax sudah menyantumkan tanggal pasti terjadinya sebuah peristiwa. Contoh hal
ada seorang teman kita yang mengirimkan informasi melalui media WhatsApp
tentang akan terjadinya gempa di daerah Jawabarat pada pukul 12.00 dihari ini,
lalu kita mempercayainya dan hal itupun tak terjadi, lantas informasi tersebut
adalah kabar bohong semata. Jika diamati berita seperti contoh di atas
dipublikasikan, maka sama saja kita seperti manusia yang sok tau dan
melewati batas takdir Tuhan. Memang sejatinya
kita tak boleh begitu saja mempercayai berita yang kita peroleh dari beberapa
media sebelum mengecek orisinalitasnya.
Lalu bagaimana cara cerdas kita
meredam penyebaran hoax tersebut agar tidak semakin luas?
Cara yang
paling simpel adalah dengan tidak menyebarkan kembali berita tersebut kepada
khalayak umum. Lalu pertanyakan kembali kepada si penyebar berita tersebut
apakah informasinya sudah real, dan beritahukan kepada si pengirim berita dalam
bentuk apapun untuk tidak menyebar luaskan berita yang memang kuarang
bermanfaat dan berita yang diragukan keautentikannya.
Katakan no pada hoax! Karena hoax bukanlah sebuah berita yang
dapat diacukan sebagai pedoman melainkan sebuah informasi yang dapat meresahkan
dan perpecahan hingga pertumpahan darah pada setiap negara. Dan http://c2live.com begitu
peduli dengan berita hoax yan sering terjadi di masyarakat, sehingga c2live
mengadakan kompetisi bagi para mahasiswa untuk memberikan tanggapannya terhadap
hoax pada halaman https://competition.c2live.com/student-blogging-competition-bagaimana-saya-akan-melawan-konten-hoax.
sehingga saya sebagai salah satu Mahasiswi di Universitas Jakarta ikut serta
memberikan tanggapan terhadap berita hoax itu.



Komentar
Posting Komentar