Langsung ke konten utama

Corona adalah Ajab Allah untuk China, benarkah itu?



Masih ingatkah kalian dengan kekejaman china pada muslim di Uighur?
Tiga bulan sebelum terjadinya virus corona, Xi  Jinping, presiden china, berpidato pada peringatan hari jadi negri China yang ke 70 tahun,  bahwa tak ada kekuatan yang lebih dahsyat untuk menghalangi mereka agar terus maju.
Lalu, adakah hubungannya bahwa virus corona adalah ajab Allah untuk China?
Simak ulasannya.

Apa itu virus corona?
Virus corona adalah virus yang berasal dari negri china tepatnya di Kota Wuhan, provinsi Hubei sejak Desember 2019 lalu  yang telah memakan korban tak sedikit.

Virus corona ini diduga berasal dari binatang mamalia yang dapat menular pada hewan dan juga manusia, namun penyebaran kepada manusia baru diketahui akhir-akhir ini.

Beberapa negara khawatir dengan virus corona yang begitu cepat menyebar, bahkan negara tetangga china sudah mengevakuasi warganya yang terisolasi, termasuk Indonesia.

Corona sudah diramal dalam buku ngaji Iqro, benarkah?

Bermula dari cuitan ditwitter @fadlannuuwaar beberapa waktu silam, kita dikagetkan dengan Novel Coronavirus(2019-nCoV); nama resmi dari virus corona yang kita ketahui saat ini, bahwa virus tersebut sudah diramal dalam buku Iqro, berikut cuitannya ,

Ternyata, Para Kyai & Ulama Indonesia, jauh sebelumnya sdah mmprediksi terjadinya Virus Corona. Disebutkan dlm sebuah Kitab Ngaji Iqro' : QO-RO-NA  KHO-LA-QA  ZA-MA-NA. KA-DZA-BA, yg jika diartikn scara bahasa, artinya adlah: Corona diciptakn pda zaman yg pnuh kebohongan,,, Super
Begitulah cuitan yang disebarkan melalui twitter oleh Fadlan R Garamatan yang telah diretweet lebih dari 1000 kali.

Lalu apa benar buku Iqro telah meramal virus corona, atau hanya sebuah kebetulan belaka?

Mengutip dari akun m.medcom.id klaim bahwa buku Iqro telah memprediksi virus korona diciptakan pada zaman penuh kebohongan, gugur. Sebab, istilah virus korona atau coronavirus sudah ada 60 tahun lebih awal sebelum buku Iqro diterbitkan. 

Selanjutnya, kata "QO-RO-NA" pada buku Iqro yang diklaim merujuk pada virus korona juga terbantahkan dari cara penulisan. Dilansir dari Aljazeera.net, situs berita berbahasa arab, menyerap istilah virus korona dengan susunan huruf "KAF-WAWU-RA-WAWU-NUN" bukan "QO-RO-NA". 

Berikut gambar dari m.medcom.id
Bagaimana pendapat kalian?
Wallahua'lam bish-showab

Corona sebagai ajab Allah?

Hai teman, masih ingatkah kalian tentang kesombongan dan kezaliman Fir'awun pada masa nabi Musa AS?
Ketika Fir'awun sombong dan congkak, maka Allah turunkan Ajab untuk dirinya dan pengikutnya.
Hanya sebagai pengingat, kesombongan dan kezaliman akan menghantarkan kemurkaan Allah SWT.
“Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan rakyat China dan negara China untuk terus maju,” ujar pemimpin China yang paling berpengaruh setelah Mao Zedong ini.
Bukankah pidato Xi Jinping pada Oktober 2019 merupakan  kesombongan yang seakan tak percaya bahwa ada kekuatan yang lebih dahsyat, yaitu kekuatan Allah SWT?, dan bukankan peristiwa yang terjadi di Uighur merupakan kezaliman negri china terhadap kaum minoritas?

Kita tahu bahwa negri china merupakan negri yang berkembang pesat dalam segala aspek. Tapi, berkat kesombongan dan kezaliman pemimpin China membawa wadah bencana kepada rakyatnya bahkan ke beberapa negara tetangga.

Corona, menjadi sebuah perbincangan hot dikalangan dunia sebagai suatu ancaman yang mencekam nyawa.
Sebab tak ada yang serba kebetulan, semua telah diatur oleh Allah. Bisa jadi corona adalah suatu ajab yang Allah berikan kepada China atas apa yang diperbuat  oleh pemimpin dan rakyatnya.
Buku Iqro yang tengah booming diperbincangkan, menjadi suatu tanda kejelasan scenario Allah bahwa saat ini kita tengah berada dijaman  yang penuh kezaliman.Berkat terjadinya peristiwa tersebut, menjadi suatu gamparan keras bagi kita untuk memperbaiki diri, bukan takut mati terkena virus corona melainkan takut mati ketika kita belum membawa bekal apa-apa.

Wallahu a'lam bish-showab

Sumber :

https://www.halodoc.com/10-fakta-virus-korona-yang-wajib-diketahui

https://www.ngelmu.co/corona-cara-allah-menegur-kesombongan-manusia/

https://cekfakta.tempo.co/fakta/587/fakta-atau-hoaks-benarkah-virus-corona-wuhan-hasil-perkawinan-virus-kelelawar-dan-virus-babi

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200130082545-4-133849/who-khawatir-siap-siap-jadikan-corona-china-darurat-global

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Merajut dan Meraih Impian Tanpa Takut Kegagalan dengan Doa; Impian Bekerja di Badan Informasi Geospasial

  Sumber Foto: Facebook Diklat Geospasial BIG     Sebuah kekuatan doa sering kali dianggap sepele. Bahkan terkadang ada saja seorang hamba yang berdoa dengan sangat simpel seperti. “Ya Allah, Engkau yang Maha tahu isi hati seseorang, doaku masih sama Ya Allah seperti kemarin. Doaku ada di dalam hati ini.” Bagaimana menurut kalian?      Bila kita lihat kembali sebenarnya tidak ada yang salah dengan doa tersebut. Hanya saja sangat disayangakan bahwa dari doa tersebut melewati kesempatan hal yang lebih mendetail dan spesifik. Sebuah permainan kata dalam komunikasi adalah sesuatu yang mendasar agar komunikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan terkesan hidup.      Bila saja kita mampu berkomunikasi dengan kata-kata yang romantis pada pasangan atau pacar kita. Lantas mengapa dengan Tuhan komunikasinya sangat singkat sekali? Sudahkah kalian berdoa dengan serius kepada Tuhan?      Kekuatan doa adalah sesuatu hal yang sa...

Inspirasi: Perjuangan Umi Lawan Kanker Serviks dan Trauma Kehilangan

  Umi didiagnosis kanker serviks pada tahun 2024. Awalnya, ia mencoba pengobatan herbal, sesekali tersenyum meski hatinya cemas. Sempat dirujuk ke RSCM Jakarta, tapi Umi menolak. Ia kasihan melihat emak yang juga sakit PPOK—tidak tega meninggalkan emak sendirian. Aku masih ingat bagaimana Umi menatap ke luar jendela, menahan air mata, seakan berkata pada dirinya sendiri, “Aku harus kuat, meski dunia terasa berat.” Tahun 2025 membawa luka yang lebih dalam. Pada 16 April, emak—ibu Umi—meninggal di rumah setelah perjuangan panjang melawan sakitnya. Hati Umi retak, tapi kehidupan tidak memberi waktu untuk berduka terlalu lama. Hanya tujuh bulan kemudian, pada 20 November, babeh—suami Umi—meninggal tiba-tiba. Sedih, terpuruk, dan hancur. Dunia seakan runtuh, dan setiap napas terasa berat bagi Umi. Namun di tengah puing-puing kesedihan itu, Umi harus melawan kanker stadium 2b. Awal 2026 menjadi titik baru perjuangan: radioterapi, kemoterapi, dan hari-hari yang panjang di rumah sakit. Aku...

Why Going to Therapy Is Not a Sign of Weakness

Sumber Foto : Ai(ChatGPT), 2026 Introduction In many communities, going to therapy is still seen as a sign of weakness. Some people believe that seeking professional help means you are not strong enough to handle your own problems. Others assume that therapy is only for those who are “mentally unstable.” These misconceptions have created a strong therapy stigma that prevents many individuals from getting the mental health support they truly need. In reality, going to therapy is not a weakness — it is a courageous step toward personal growth and self-awareness. Understanding the Stigma Around Therapy One of the most common beliefs is that “only crazy people go to therapy.” This harmful stereotype reduces mental health struggles to something shameful or extreme. In some cultures, individuals are encouraged to simply “pray more” or “be stronger” instead of seeking professional support. While spirituality and resilience are valuable, they do not replace structured psychological care. ...