Langsung ke konten utama

Sukses Mencapai Target dan Tujuan sebagai Resolusi Tahun 2025: Berikut Empat Tips yang Wajib dilakukan!

 



Tak selamanya kehidupan akan berjalan sesuai dengan keinginan, harapan, dan impian yang kita rajut. Semua terkadang berjalan serba kebetulan. Dari kita hidup di dunia dan sampai akhirnya akan hidup di alam yang berbeda, entitas kita takkan pernah satu padu dengan objek ciptaan Tuhan lainnya.

Blog ini adalah bualan imajinasi dan hasil buah pikir kritis yang bisa saya tuangkan untuk kalian semua. Tidak ada yang bisa kita lakukan dalam kehidupan ini kecuali terus berjuang dalam melangkah, setidaknya untuk hidup, meski bukan untuk menikmatinya.

Sebuah kata-kata motivasi takkan bisa mendorong diri kita untuk menjadi lebih baik. Kita hanya akan termakan semangat sesaat. Itulah sebabnya kunci konsisten itu sangatlah susah, karena membosankan. 

Berikut adalah tips yang saya lakukan secara pribadi untuk membuat diri saya konsisten menggapai resolusi di tahun 2025 dan akhirnya saya tuangkan dalam blog pribadi saya. 

Memang sulit jika memulainya. Tenang, nanti juga terbiasa. 

1. Buat Target yang Jelas


Disini Saya mengatakan bahwa target itu harus jelas dan terstruktur. Target yang jelas dapat membuat kita lebih fokus dalam melakukannya. Jujur aja sih, terkadang saya memiliki ambisi seperti manusia pada umumnya. Yah, sebut saja dalam 1 pekan saya ingin mempelajari Statistik, IELTS, dan Bahasa Jepang. Saat saya melakukan ketiganya dan dibagi waktu dalam 1 pekan, tahukah kalian jawabannya apa? Tentu saja saya kewalahan dalam melakukannya. Saya tidak bisa menempatkan ambisi saya dalam 1 waktu, hal tersebut hanya akan membuat saya lelah. Jadi, sejak saat itu saya lebih memfokuskan untuk mempelajari IELTS saja karena saya ingin bekerja di luar negeri. Begitulah target perlu kita susun dengan jelas. Sertakan juga target dengan tujuan kamu ya, agar tidak berhenti konsisten di tengah jalan.


2. Ubahlah Konsisten sebagai Game


Kalau membicarakan soal "Konsisten" agaknya sedikit membosankan. Sebenarnya saya juga tipe yang mudah melakukan sesuatu berdasarkan Mood. Ya, kalau lagi gak mood belajar, saya tidak akan belajar. Sebenarnya tidak ada yang salah mengikuti mood, tapi mood itu perlu di kemas menjadi konsisten dan menyenangkan prosesnya seperti game. Awalnya saya kesusahan melakukan hal tersebut, namun lama kelamaan terbiasa. Saya memulai dengan belajar menulis 1 artikel per hari dalam bahasa inggris. Dalam waktu 3 hari, saya merasakan nikmatnya menulis tersebut, lalu saya lanjutkan dengan belajar reading menggunakan AI(Artificial Intelligence), pekan berikutnya saya belajar conversation dengan Chat GPT dan menonton tips IELTS di YouTube.

Jujur saja, awalnya membosankan, namun lama kelamaan menjadi menyenangkan. karena saya membuat sesuatu konsisten itu dengan timer. Seperti yang saya lakukan yaitu saya menggunakan rumus 25:5, yang dimana dalam 25 menit saya belajar dan dalam 5 menit saya bebas scroll tiktok atau instagram. 

3. Pantaskan Diri untuk Mendapatkannya


Tahukah kamu, kunci LOA atau Law Of Attraction adalah memantaskan diri bahwa kamu berhak mendapatkan apa yang menjadi impianmu. Tanpa sadar, saat kamu memiliki tujuan yang besar, maka kamu akan terdorong dan berfokus untuk mendapatkannya. Tentu saja, kamu tidak akan melakukan cara yang sebelumnya kamu lakukan. 

Jauh sebelum kita bahas tentang bagaimana saya melakukannya, kita akan berbicara dulu sebenarnya LOA itu apa sih?
Law of attraction artinya hukum yang menyatakan bahwa energi positif maupun negatif yang ada di pikiran kita, akan menarik energi dari luar diri untuk ikut masuk ke dalam pikiran. Jadi, kalau pikiran kita positif, maka akan membawa hal positif juga. Sementara, pikiran negatif juga akan membawa hasil yang negatif. 

Baiklah, ini adalah yang saya lakukan dalam memantaskan diri mencapai target saya. Simpelnya, saat saya ingin mendapatkan skor IELTS 6.5 dan saya hanya belajar 1 jam sehari, mungkinkah hal itu akan terjadi? pantaskah saya mendapatkan skor IELTS tersebut dengan belajar 1 jam sehari dan waktu persiapan hanya 1 bulan? terdengar mustahil yah!
Betul sekali!

 Jika saya menggunakan pola waktu tersebut, saya belum bisa memantaskan diri untuk mendapatkannya. Maka, ketika saya rasa belum pantas, hal yang perlu saya rubah adalah waktu belajar yang lebih intensif. Misal 3 Jam per hari dengan persiapan latihan selama 5 - 6 bulan. (Hal tersebut dilakukan jika ingin belajar mandiri)

4. Doa adalah Kunci

Setelah kita melakukan banyak usaha dan memantaskan diri atas target yang kita lakukan, maka doa adalah senjata utama yang mengiringi semuanya. Saya percaya bahwa doa akan menghantarkan kebaikan. Tetapi, yang saya sarankan tidak hanya doa dari diri sendiri saja, melainkan dari orangtua juga dan orang disekitar kita. Perkuat doa dengan sugesti, atau sesuatu yang di ulang-ulang kita lafalkan. 
Etika berdoa juga perlu diperhatikan, agar doa yang kita panjatkan dapat terkabul. Misalnya, seperti memulai doa dengan pupujian kepada Tuhan dan rasakan kehadiran Tuhan di hati kita ketika berdoa. Lebih baiknya kita berdoa saat melakukan ibadah wajib.


Itulah empat tips yang saya lakukan dalam mempertahankan konsisten dalam menggapai tujuan agar sukses mendapatkannya.

Yuk kita sharing dengan berdiskusi di kolom komentar. Atau, kalian juga dapat mengikuti saya pada akun sosial media saya.
Instagram : @mayanghumairoh
Facebook : Mayang Humairoh
Youtube : Mayang Humairoh
Tiktok : @mayanghumairoh


Sampai jumpa di blog-blog saya selanjutnya ...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Merajut dan Meraih Impian Tanpa Takut Kegagalan dengan Doa; Impian Bekerja di Badan Informasi Geospasial

  Sumber Foto: Facebook Diklat Geospasial BIG     Sebuah kekuatan doa sering kali dianggap sepele. Bahkan terkadang ada saja seorang hamba yang berdoa dengan sangat simpel seperti. “Ya Allah, Engkau yang Maha tahu isi hati seseorang, doaku masih sama Ya Allah seperti kemarin. Doaku ada di dalam hati ini.” Bagaimana menurut kalian?      Bila kita lihat kembali sebenarnya tidak ada yang salah dengan doa tersebut. Hanya saja sangat disayangakan bahwa dari doa tersebut melewati kesempatan hal yang lebih mendetail dan spesifik. Sebuah permainan kata dalam komunikasi adalah sesuatu yang mendasar agar komunikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan terkesan hidup.      Bila saja kita mampu berkomunikasi dengan kata-kata yang romantis pada pasangan atau pacar kita. Lantas mengapa dengan Tuhan komunikasinya sangat singkat sekali? Sudahkah kalian berdoa dengan serius kepada Tuhan?      Kekuatan doa adalah sesuatu hal yang sa...

Inspirasi: Perjuangan Umi Lawan Kanker Serviks dan Trauma Kehilangan

  Umi didiagnosis kanker serviks pada tahun 2024. Awalnya, ia mencoba pengobatan herbal, sesekali tersenyum meski hatinya cemas. Sempat dirujuk ke RSCM Jakarta, tapi Umi menolak. Ia kasihan melihat emak yang juga sakit PPOK—tidak tega meninggalkan emak sendirian. Aku masih ingat bagaimana Umi menatap ke luar jendela, menahan air mata, seakan berkata pada dirinya sendiri, “Aku harus kuat, meski dunia terasa berat.” Tahun 2025 membawa luka yang lebih dalam. Pada 16 April, emak—ibu Umi—meninggal di rumah setelah perjuangan panjang melawan sakitnya. Hati Umi retak, tapi kehidupan tidak memberi waktu untuk berduka terlalu lama. Hanya tujuh bulan kemudian, pada 20 November, babeh—suami Umi—meninggal tiba-tiba. Sedih, terpuruk, dan hancur. Dunia seakan runtuh, dan setiap napas terasa berat bagi Umi. Namun di tengah puing-puing kesedihan itu, Umi harus melawan kanker stadium 2b. Awal 2026 menjadi titik baru perjuangan: radioterapi, kemoterapi, dan hari-hari yang panjang di rumah sakit. Aku...

Bab 1: Tawaran Viral (Cinta yang Diatur Algoritma)

  Foto hanya ilustrasi: P interest Angka-angka itu terus bergerak, melonjak naik seperti ombak pasang yang tak terbendung. 679K views. 124K likes. Ribuan komentar. Citra Maheswari menatap layar ponselnya dengan campuran keterkejutan dan kegelisahan. Video kolaborasi pertamanya dengan Devano Wiratama baru saja diunggah kemarin, dan sekarang… viral. Genggaman tangannya mengencang di ponsel. Dia tahu betapa algoritma TikTok bisa bekerja seperti sulap—mengangkat seseorang ke puncak dalam semalam, hanya untuk menjatuhkannya dengan brutal esok hari. "Fix mereka couple goals! Udah jadian belum sih?!" "Cocok banget, sumpah! Tolong nikah beneran, ya." "Gue baru tahu kalau cinta bisa diatur algoritma, LOL." Citra menghela napas, jari-jarinya dengan ragu menggulir komentar-komentar yang tak henti-hentinya menuntut kepastian tentang hubungan mereka. “Gila… ini viral.” Suaranya nyaris seperti bisikan, ditelan gemuruh pikirannya sendiri. Dari sisi sofa, Devano menyodork...